Sebuah Renungan tentang Sholat Jum’at
Sholat Jum’at wajib hukumnya bagi setiap laki-laki muslim, hal ini seperti dalam hadits Nabi Muhammad SAW :
Dari Thariq bin Syihab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali (tidak diwajibkan) atas 4 orang. [1] Budak, [2] Wanita, [3] Anak kecil dan [4] Orang sakit.” (HR Abu Daud).
Beberapa hal yang disunnahkan ketika hari jum’at adalah :
- Memperbanyak sholawat Nabi.
- Mandi jum’at.
- Menggunakan minyak wangi.
- Bersegera untuk berangkat ke Masjid.
- Sholat sunnah ketika menunggu imam atau khatib.
- Tidak duduk dengan memeluk lutut ketika khatib berkhutbah.
- Sholat sunnah setelah sholat jum’at.
- Membaca surat al-kahfi.
Ya, hari jum’at memang hari yang agung bagi umat muslim. Kita berlomba-lomba melakukan hal-hal sunnah tersebut, mandi, memakai minyak wangi, datang ke masjid lebih awal, dll. Namun ada hal yang membuat saya merasa miris. Ketika khutbah dimulai, banyak dari jama’ah yang tidur, bahkan ada yang sampai mendengkur. Ironis memang, yang makin membuat saya miris lagi adalah diantara mereka yang tidur ada beberapa yang merupakan anggota rohis, atau rohaniawan islam.
Memang sih, tidak membatalkan sahnya sholat jum’at. Namun hal itu sangat disesalkan, tidur disaat khatib sedang berkhutbah adalah makruh, harusnya disaat khatib berkhutbah kita menyerap ilmu yang disampaikan, atau menyerap semua nasihatnya. Walaupun kadang setelah selesai sholat kadang kita sudah lupa dengan apa yang disampaikan khatib, tapi itu lebih baik daripada kita tidur. Kalau kita tidur, kenapa kita datangnya nggak pas iqomat aja?
Sebuah renungan buat kita semua umat muslim, apakah pantas di hari yang agung ini, kita sedang melakukan ibadah yang agung juga, tapi kita hanya tidur di dalamnya, seolah-olah itu hanya ritual saja. Walaupun kita tidak bisa menyalahkan begitu saja kepada para jama’ah, karena kadang khatib juga berperan dalam hal tersebut. Tapi itu bukan suatu pembenaran untuk kita melakukan hal tersebut. Alangkah lebih baik kalau kita memperbaiki diri dengan tidak tidur di kala khatib berkhutbah.
NB: Penulis bukanlah orang yang sempurna, penulis sendiri masih banyak kekeliruan, bahkan kadang juga berlaku keliru. Penulis hanya menyampaikan opini, sebagai renungan buat semua, termasuk penulis. Semoga kita menjadi orang yang lebih baik. Amin…
Rujukan: http://www.elitha-eri.net/2007/12/10/jamaah-tidur-sementara-khatib-menyampaikan-khutbahnya/
sumbernya dari hadits yang mana tuh? hal-hal yang disunahkan?? kalo ada tulung dung ditampilnya.. :)