Installasi RedHat di Server Supermicro
Sebenernya telat juga baru nulis cerita ini sekarang, tapi ndak papa, no problem, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Sudah sejak bulan puasa kemaren kantor kedatangan dua buah server baru, yaitu supermicro (lupa serinya berapa
). Merk yang terasa asing di telinga, karena seringnya yang saya dengar kalau ndak IBM, ya HP, tapi ini lain, yaitu Supermicro. Keputusan kantor membeli server ini atas rekomendasi dari Tim Data Center kantor wilayah Sumut. Begitu menyebut server supermicro, pak bos IT langsung beli nie server.
Nah, karena OS yang mau diinstall adalah linux, maka sayalah yang ditugaskan untuk menginstall linux di server tersebut. Karena familiarnya pake ubuntu, langsung deh burning ubuntu 9.10 (adanya itu, lupa bawa yang 10.04 dari jogja
). Tapi ternyata, harddisk tidak bisa dideteksi oleh ubuntu.
Waduh, ada apa ini, jadi raidnya tidak terbaca di ubuntu, duh duh duh…
Akhirnya dicoba juga testing pake windows server 2003, lho, harddisk ternyata juga tidak terdeteksi.
Setelah tanya-tanya ke vendornya, ternyata supaya harddisk bisa terdeteksi harus meload driver raid dari floppy disk terlebih dahulu, baru kemudian terbaca di sistem operasi yang akan digunakan.
Namun apa daya, jaman sekarang sudah susah sekali cari floppy disk. Akhirnya dapat juga floppy, tapi ketika dicoba untuk membuat disk driver ternyata gagal. Akhirnya disarankan pake usb saja, tidak pakai floppy. OS yang dipilih sekarang adalah RedHat. Nah, usb sudah terdeteksi lewat redhat, namun ternyata driver yang diload salah.
Ternyata driver yang diload harus sesuai dengan OS yang digunakan. Karena Redhat yang digunakan 5.4, maka driver yang didownload juga harus driver untuk redhat 5.4. Baru setelah itu harddisk bisa terdeteksi dengan baik oleh sistem operasi. Setelah itu proses penginstallan lancar tanpa masalah. Tapi ini setelah banting tulang tanya sana-sini selama kurang lebih seminggu. Dan ternyata memang susah, hehehe…