Barusan baca blognya mas Rijal tentang draft rancangan undang-undang keistimewaan yogyakarta, ada rasa lucu, geram, jengkel, campur aduk pokoknya. Aneh memang, karena pemerintah seperti ingin campur tangan dalam urusan rumah tangga kraton, baik hamengkubuwono maupun paku alam. Pemerintah sepertinya ingin bercokol di dalam urusan kraton, dan kalo dipikir-pikir hampir sama dengan waktu penjajahan belanda. Dulu belanda ikut campur tangan dalam urusan rumah tangga kraton, dan sekarang pemerintah seperti ingin melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan belanda jaman dulu.

Lucu, karena pemerintah ingin mengatur urusan rumah tangga kraton. Lebih lucu lagi, pemerintah meminta pihak kraton untuk membakukan tata cara penggantian hamengkubuwono dan paku alam. Jadi bingung, apakah tata cara penggantian hamengkubuwono dan paku alam itu belum baku apa ya, padahal sekarang hamengkubuwono sudah sampai 10, paku alam sudah sampai 8, aneh juga kalo dipikir-pikir. Padahal kraton ini umurnya sudah ratusan tahun, sudah lebih dulu ada daripada Indonesia, belum lagi kalau dihitung dari jaman mataram, sebelum pecah menjadi jogja dan solo.

Geram, karena pemerintah ingin campur tangan terhadap urusan rumah tangga kraton. Ngapain sih repot-repot ngurusin rumah tangga kraton, ha mbok dikelarin dulu urusan gayus, tki, dll yang masih mengganjel dan belum terselesaikan. Ngurusin kayak gitu aja gak becus, ini mau ikut campur masalah kraton. Jelas-jelas tidak ada masalah, adem ayem tentrem, eh ini malah dibikin kisruh, benar-benar kurang kerjaan.

Bagi yang penasaran dengan isi draft rancangan UU keistimewaan yogyakarta, silahkan mengunduh dari link dibawah ini. Moga-moga aja jogja tetap istimewa, tetap berhati nyaman bagi setiap orang.

http://www.scribd.com/doc/45444308/KEISTIMEWAAN-PROVINSI-YOGYAKARTA

NB: Penulis tidak menganggap yogya lebih tinggi dari daerah lain, dan juga tidak ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Penulis hanya ingin mengkritisi langkah yang dilakukan pemerintah terhadap keistimewaan jogja. Penulis adalah orang jogja yang ingin jogja tetap berhati nyaman seperti sekarang, dan tidak mau jogja dikisruh oleh orang-orang yang tidak tahu tentang jogja.