Rasanya Ikan Paus
Bukan ikan paus beneran, tapi sebutan untuk Ubuntu 11.04 yang baru saja release. Karena codename-nya Natty Narwhal, nama dari ikan paus, mangkanya saya bikin judul “Rasanya Ikan Paus”, hehehe…
Sebenernya saya sudah lama tidak lagi menggunakan linux. Semenjak beralih menggunakan Macan Salju, frekuensi memakai linux menjadi sangat jarang. Penggunaan linux hanya di kantor, itu saja pada beberapa yang diinstall ke server, dan jarang diakses, kecuali kalau terjadi trouble.
Kebetulan pada bulan april ini, si paus atau natty narwhal ini release. Ya sudah, berhubung penasaran, dan sudah lama tidak mengicipi ubuntu, akhirnya saya putuskan untuk wait and try, menunggu dan mencobanya. Dan akhirnya 2 hari lalu si paus nongol. Besoknya langsung saya download, dan semalem sudah saya masukkan ke dalam kotak (VirtualBox).
Setelah install virtual guest edition untuk resolusi, juga mengaktifkan fitur 3D display VirtualBox, barulah si paus bisa dinikmati. Kesan pertama, wow, tampilannya asyik ya (maklum, lama nggak make dan liat ubuntu
). Fitur Unity bikin tampilan desktop menjadi wah, ciamik. Namun kalau komputer tidak support fitur 3D display sepertinya unity tidak mau aktif. Soalnya sebelum fitur tersebut diaktifkan di VirtualBox, unity tidak mau muncul.
Karena adanya unity ini, maka cara kita membuka aplikasi menjadi lain. Tidak seperti biasanya melalui menu kiri atas, tapi melalui tombol Applications di list unity, kemudian tinggal kita ganti filter aplikasi di bagian kanan atas. Selain itu ada fitur Control Center, jadi semua tool untuk administrasi dan pengaturan komputer jadi satu di Control Center itu. Jadi inget OpenSuse or KDE, ada kayak gitu juga.
Oke, sekilas si paus emang manis ketika diicip, walaupun masih fresh install, belum dimacem-macemin. Rencana nanti malam mau di custom, kebetulan pas ada jadwal begadang di kantor, maklum bulan baru. Jadi pengen make ubuntu lagi, tapi sayang ndak ada komputer yang bisa dipasang, kalau mau ditempelin di macan salju, rasanya kok eman-eman, wkwkwk…
