Flight Comparison
Sudah setahun lebih saya akrab dengan yang namanya air travelling. Ya mau bagaimana lagi, tempat saya bertugas di banda aceh. Kalau nggak lewat udara, bisa hancur badan ini kalau kesana lewat darat. Selain itu secara waktu pasti sangat tidak efisien, banyak waktu terbuang. Yang harusnya bisa sehari sampai menjadi beberapa hari.
Sudah beberapa maskapai saya coba naiki selama melakukan penerbangan. Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, dan yang terakhir Batavia. Ada cerita menyenangkan dan ada juga cerita tidak menyenangkan, juga ada plus dan minus dari masing-masing maskapai yang saya terbangi (tentunya menurut versi saya, setuju tidak setuju terserah anda, wong namanya juga pendapat kok, hehe).
Yang pertama Garuda Indonesia. Semua pasti sudah mengenal maskapai plat merah ini. Walaupun beredar anggapan di masyarakat maskapai ini mahal, tapi maskapai ini tidak pernah sepi penumpang. Saya sudah sekitar 4x terbang dengan maskapai ini. Dan memang, sensasi ketika di dalam pesawat inilah yang kadang membuat saya pengen terbang lagi dengan maskapai ini. Snack/makanan yang disajikan, service dari pramugarinya (senyum yang disajikan terasa ikhlas, walaupun banyak yang bilang pramugarinya tua-tua, sekarang sudah terjadi regenerasi, banyak yang muda juga, hehe), fasilitas multimedia (saya 2x dapet pesawat yang ada multimedianya, jadi bisa nonton film or denger lagu, tapi tidak semua pesawat garuda ada fasilitas ini). Dan nggak tau kenapa, ketika duduk di pesawat saja sudah terasa nyaman, hehe. Tapi seperti yang saya bilang di sebelumnya, tidak semua pesawat wwada multimedianya, terus pramugarinya kadang banyak yang tua, hehe. Satu lagi, harganya emang mahal bok, kalau ndak dapet promo, mikir-mikir juga terbang pake Garuda.
Sepertinya maskapai ini adalah yang paling sering saya naiki, Lion Air. Maskapai swasta ini punya area penerbangan yang cukup luas, dan jumlah armada yang banyak juga, sehingga jumlah penerbangannya tidak kalah dengan maskapai plat merah, bahkan lebih. Yang paling menarik minat saya memakai maskapai ini apalagi selain harganya yang murah, hehe. Pesawat yang digunakan banyak yang baru. Ada temen bilang, banyak bule milih pake Lion karena armadanya baru-baru, jadi InsyaAllah selamat. Selain itu maskapai ini ada penerbangan paling pagi dari banda aceh, sehingga kalau pulkam bisa cepat sampai tujuan, belum malam sampai tujuannya. Juga maskapai ini ada penerbangan langsung jogja-banjarmasin, so kalau mudik ke rumah mertua dari jogja atau sebaliknya gak makan wakti lama, maskapai lain belum ada rute direct, jadi waktunya lama, karena muter dulu ke jakarta, atau lewat surabaya. Selain murah dan penerbangannya banyak, ada yang bilang juga karena pramugarinya muda-muda dan cantik-cantik. Iya sih, tapi seringnya nggak senyum, judes, jutek, jadi ya gitu deh, cuma kayak jadi pajangan aja. Satu lagi yang kurang, kita tidak mendapat fasilitas apapun selama di pesawat, baik snack maupun multimedia. Ada sindiran, mau mewah kok bayar murah, jadi ya ada uang ada barang. Walaupun tak jarang harga tiket Lion malah jauh diatas maskapai lain. Ada lagi yang bikin bete sama maskapai ini, bagasi saya pernah ketinggalan, jadi orang sama bagasinya gak bareng nyampenya. Selain itu saya juga pernah ditinggal pesawat, karena penerbangan pertama delay, sehingga ketinggalan di penerbangan kedua. Untungnya diganti maskapai plat merah, lumayan terobatilah, hehe. Tapi pernah juga saya ditolong, saya check in 15 menit sebelum keberangkatan, eh masih boleh, gak jadi hilang uang percuma nie.
Yang ketiga adalah Sriwijaya, sekitar 3x saya naik maskapai ini. Secara fasilitas hampir sama dengan Lion, cuma disini dapat snack. Cuman sayangnya armada pesawat ini tidak terlalu banyak, sehingga ada beberapa rute yang sedikit, atau tidak nyambung pada hari tersebut, sehingga untuk penerbangan yang nyambung ada beberapa yang tidak terlayani. Selain itu, kalau dibandingin Lion dan Garuda memang pesawat Sriwijaya agak kalah. Cuman karena murah maka maskapai ini sering dijadikan pilihan juga.
Yang terakhir Batavia. Saya memang baru sekali naik maskapai ini. Tapi kurang tahu, apakah semua pesawatbatavia itu lama atau ada yang baru. Kebetulan pesawat yang saya naiki sepertinya model lama, terlihat dari desain interiornya. Selain itu entah kenapa ketika masih di darat terasa panas di dalam pesawat, padahal kipas di atas sudah di full-kan, sampai-sampai para penumpang ngipasin diri sendiri pake majalah yang disediain maskapai. Memang sih kalau sudah di atas dingin, kan di atas suhu emang minus, wajar kalau dingin. Kebetulan saya naik ini karena harganya paling miring dibanding maskapai lain saat arus balik lebaran ini. Kebetulan juga rute jakarta-banda aceh tidak transit medan. Cuman sayangnya rute ini cuma melayani seminggu 3x. Ada kabar menarik yang saya baca di majalah Batavia. Disitu tertulis akan dibuka rute baru, yaitu jogja-banjarmasin direct. Wew, kabar yang menyenangkan, berarti semakin ada pilihan ketika pulang ke rumah mertua atau sebaliknya, jadi nggak melulu pake Lion.
Oke, itu sedikit celotehan saya tentang pengalaman saya terbang dengan beberapa maskapai. Setuju tidak setuju itu hak pembaca, karena ini dari sudut pandang saya. Akhir kata, happy nice and safe flight.
Kalo Medan Palembang Mo Murah (Tanpa Transit) Tinggal Loncat Aja Kalo Dah Keliatan Jembatan Ampera :P