Barusan abis ngobrol tentang Pontianak sama temen (namanya Ina) yang tugas di sana. Rumor yang beredar kan Pontianak itu artinya Kuntilanak, dan dari kota itu katanya asal dari hantu Kuntilanak. Sempat masuk juga di tipi acara Mister Tukul, yang mau membuktikan mitos tersebut. Nah, abis dari situ jadi muncul ide nulis hal sejenis, cuman yang jadi bahasan adalah rumah saya sendiri di Jogja, tepatnya di Kalasan.

Rumah saya terletak di pedesaan, sekitar 5KM dari jalan utama (Jl. Jogja – Solo) dan dari Prambanan. Desa saya dikelilingi oleh sawah (namanya juga desa :hammer) dan terletak di sebelah sungai opak, yang kemaren juga jadi aliran lahar dingin merapi. Namanya juga desa, dan di jawa lagi, yang namanya klenik or mistis pasti ada aja. Termasuk di rumah saya sendiri.

Hampir semua penghuni rumah pernah diganggu, mulai dari saya, orang tua, bahkan istri saya. Saya ada beberapa kali diganggu. Yang terasa paling serem adalah ketika denger suara perempuan tertawa ngikik. Kejadiannya saat saya masih SD. Ceritanya saya mau ke sungai saluran irigasi di belakang rumah. Waktu itu di belakang rumah belum banyak dipasang lampu, jadi masih gelap. Di belakang rumah itu adalah kebon, atau pekarangan yang tidak dirawat, jadi banyak pohon-pohon rindang gitu.

Nah, saya nggak langsung ke sungai, saya ngelihat-lihat dulu keadaan sekitar. Saya sempet melihat ada semacam bentuk bayangan cahaya yang aneh bentuknya. Cuman saat itu saya ndak ada pikiran macem-macem. Cuman abis itu, tiba-tiba terdengar suara perempuan tertawa ngikik seperti suara kuntilanak di film-film. Dan suaranya mirip sekali dengan yang di film kuntilanak, seperti di film suzanna (maklum, jaman segitu kan film suzanna masih booming di tipi). Kontan saya langsung masuk rumah, tutup pintu, masuk kamar, dan selimutan.

Itu waktu saya kecil, saat udah dewasa saya juga pernah diganggu, siang-siang malahan diganggunya. Ceritanya tetangga ada yang meninggal. Adat di desa ketika ada yang meninggal, paginya para pemuda mengantarkan berita orang meninggal tersebut ke saudara kerabat orang meninggal tersebut. Selesai nganterin biasanya tidur dulu sebelum ke tempat orang meninggal tersebut, karena malamnya juga begadang di tempat orang meninggal tersebut.

Nah, pas tidur itu, tiba-tiba tempat tidurnya goyang-goyang, seperti digoyang-goyang orang. Spontan bangunlah saya, dengan masih setengah sadar saya melihat sekeliling siapa yang nggoyangin tempat tidur. Nah di sebelah atas kepala saya saya melihat banyangan orang, owh, berarti yang bangunin kalo nggak bapak ya ibu, gitu pikiranku. Abis itu saya tidur lagi. Ketika saya terbangun lagi, pas ketika ibu saya masuk rumah dengan motornya.

Abis itu kutanya, tadi bangunin aku yah. Enggak gitu jawab ibuku. Abis itu bapak juga pulang, kutanya bangunin apa enggak, jawabannya juga enggak. Weleh, terus siapa dong yang bangunin aku tadi. Sampai sekarang masih jadi misteri siapa yang bangunin dan bayangan orang tersebut (halah).

Kalau orang tua lain lagi, yaitu nyium bau hangus menyengat di dalam rumah. Dan bau itu nggak hilang dalam beberapa hari. Padahal tetangga nggak ada yang masak sampai hangus. Tapi bau itu hilang sendiri akhirnya. Sementara kalau istri lain lagi. Pas lagi tidur di kamar, tiba-tiba istri bangun. Ketika bangun, dia melihat ada orang duduk di atas bantal di dekat istri saya. Abis itu istri saya dibilangin apa gitu entah gak tau artinya (secara ngomongnya pake bahasa jawa, istriku nggak terlalu paham, karena orang kalimantan). Abis itu ketika bangunin aku, tiba-tiba orang itu dah ilang aja.

Ada juga sempat budheku bilang, di lemari tua di rumah itu katanya ada juga yang nempatin, tapi nggak tau sejak kecil sering banget main-main di lemari itu, tapi gak ada apa-apa, sampai sekarang lemari itu masih digunain. Itu juga gak termasuk yang diganggu lewat mimpi, entah diliatin poconglah, atau diliatin ada yang nunggu di depan pintu.

Yah, walaupun kadang diganggu, tapi rumah itu tetep Home Sweet Home. Dimana-mana emang ada hal-hal itu. Cuman alamnya lain, dan selama kita nggak mengganggu ya gak akan diganggu juga. Percaya gak percaya, terserah anda menanggapinya, hehehe…