linux

outlook

Exchange Client di Linux

0

Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang damn but it’s true. Dalam menggunakan email tak jarang dari kita yang suka menggunakan program email client daripada mengakses melalui browser, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan fitur yang bisa digunakan lebih banyak.

Bagi pengguna exchange, yang sistem operasi komputernya windows, email client yang digunakan sudah hampir pasti outlook, yang sudah satu paket dengan produk office. Permasalahannya adalah bagi mereka yang kurang terlalu suka menggunakan sistem operasi windows seperti saya agak kesulitan mencari program exchange client yang cocok.

Walaupun hampir di semua komputer di kantor menggunakan windows, tapi saya tetap menggunakan linux. Windows memang ada saya gunakan tapi itu di dalam kotak baca virtualbox. Menggunakan outlook memang enak, cuman saya ndak sreg saja, karena saya lebih suka bekerja di linux. Setelah searching-searching, ternyata ada program exchange client untuk linux. (more…)

ubuntu

Ubuntu in Polonia

3

Ini judulnya aja yang pake inggris, tapi contentnya pake Indonesia, hehe. Lama nggak publish soal ubuntu, biasanya paling enggak enam bulan sekali update soal ubuntu. At least abis rilis versi terbaru pasti bikin review-nya. Cuman entah kenapa aku rada males tulis review soal ubuntu di rilis terbaru ini, oneiric. Padahal sudah lumayan meracuni anak kantor, setidaknya ada 3 orang yang mencoba menginstallnya, walaupun digunakan atau tidak itu terserah mereka, hehe.

Oke, back to topic. Jadi gini ceritanya, sekitar dua minggu yang lalu, saya mau pulang dari medan ke banda aceh. Sengaja pake pesawat biar di medannya sedikit agak lama, maklum kangen istri mode on, hehe. Nah, kejadiannya pas saya mau check-in (gak usah disebutin pake pesawat paan, tapi kalau liat pic-nya nanti paling juga tau). Biasanya kan monitor check in itu ngasih tau informasi check in, misal tempat tujuan, check in status.

Nah, entah kenapa ada satu monitor yang tampilannya nggak fullscreen. Dan yang paling menarik perhatian saya, adalah window lain yang tertampil di monitor, dan gambar kecil di bagian sebelah kiri atas. Ini screenshot-nya.

Coba perhatikan di daerah yang saya lingkari pake garis merah. Sesuatu yang tidak asing bukan. Ya, itu adalah window Update Manager. Dan yang paling jelas (walau kecil) adalah logo ubuntu yang terletak di sebelah kiri atas. Wew, ternyata bandara polonia screen check-innya pake ubuntu. Cuman nggak tau apakah semua polonia pake itu semua atau enggak, dan semua bandara sama atau enggak. Tapi setidaknya penggunaan open source makin marak di Indonesia. Semangat FOSS :-)

Oracle on CentOS

0

Sengaja bela-belain download CentOS 5.5 supaya gak lagi pake rhel unlicensed. Selain itu server yang diinstall tidak ribet kayak kayak waktu nginstall supermicro yang butuh driver tersendiri supaya bisa baca harddisknya. Karena ini layaknya menginstall di komputer biasa, maka saya berani install CentOS.

Selain itu kan basisnya masih redhat, jadi kemungkinan konfigurasi untuk install oracle sama dengan konfigurasi oracle di redhat. Dan memang, konfigurasinya sama. Jadi script yang sudah saya buat untuk memudahkan penginstallan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ada satu hal yang harus diperhatikan ketika mengintall oracle di CentOS. Secara default, oracle tidak akan mau diinstall di CentOS, karena yang didukung hanya RHEL, SUSE, dan beberapa distro linux. Karena itu kita harus mengelabui si oracle supaya seolah-olah si oracle diinstall di distro yang didukung bukan di CentOS.

Pada saat penginstallan, si Oracle akan mendeteksi jenis OS dengan membaca file /etc/issue. Oracle tidak akan mau terinstall dikarenakan file /etc/issue masih tertulis CentOS. Untuk itu ganti isi file /etc/issue dari CentOS ke Red Hat Enterprise Linux baik versi 4 ataupun versi 5.

Setelah file /etc/issue diganti, installasi Oracle bisa berjalan lancar tanpa halangan. Sama seperti menginstall Oracle di RHEL. Kayaknya selama keadaan memungkinkan, bakalan sering make CentOS daripada RHEL, hehehe… :-D

Extract File cpio.gz

0

Walhadhalha, baru pertama kali ini saya nemu file compressi dengan ekstensi cpio.gz. Tak pikir sih sama dengan kompresi pada umumnya, cara extractnya sama, dan bisa di buka baik lewat linux or mac. Ndak taunya file tersebut ndak bisa dibuka pake cara biasa, paling mentok cuman buka gz-nya aja, cpio-nya ndak kebuka. Walah-walah, gimana ini… (eyeroll)

Setelah lanjut baca-baca, ternyata saya kurang teliti dalam membaca tutorial di internet. Ternyata cuman karena kurang tanda “<”, proses extract jadi tidak berjalan. Jadi proses extractnya ternyata seperti ini :

  • gunzip file_cpio.gz
  • cpio -idmv < file_.cpio

Hanya karena kurang tanda “<”, proses extract jadi tidak berjalan. Jadi intinya telitilah ketika membaca. Semoga tulisan singkat ini berguna bagi yang lain… :-)

Installasi RedHat di Server Supermicro

0

Sebenernya telat juga baru nulis cerita ini sekarang, tapi ndak papa, no problem, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. :-D Sudah sejak bulan puasa kemaren kantor kedatangan dua buah server baru, yaitu supermicro (lupa serinya berapa :-P ). Merk yang terasa asing di telinga, karena seringnya yang saya dengar kalau ndak IBM, ya HP, tapi ini lain, yaitu Supermicro. Keputusan kantor membeli server ini atas rekomendasi dari Tim Data Center kantor wilayah Sumut. Begitu menyebut server supermicro, pak bos IT langsung beli nie server.

Nah, karena OS yang mau diinstall adalah linux, maka sayalah yang ditugaskan untuk menginstall linux di server tersebut. Karena familiarnya pake ubuntu, langsung deh burning ubuntu 9.10 (adanya itu, lupa bawa yang 10.04 dari jogja :-P ). Tapi ternyata, harddisk tidak bisa dideteksi oleh ubuntu. :-o Waduh, ada apa ini, jadi raidnya tidak terbaca di ubuntu, duh duh duh… (more…)

Pasang Countdown Ubuntu 10.10 di Blog

5

The next version of Ubuntu is coming soonHoho, ternyata si maverick 9 hari lagi release. Benar-benar lama gak update informasi, sampai gak ketahuan udah mau release. :-D Hampir dah jadi kebiasaan kalau setiap mau release saia selalu memasang countdown release ubuntu di blog, nah, walaupun telat saya nggak mau ketinggalan memasang countdown release ubuntu. :-D

Dari keempat tema pilihan countdown, saya memilih opsi ketiga, karena menurut saya simple, hehehe… Bagi yang pengen ikut memasang countdown release ubuntu di blog atau situs pribadi, bisa mengunjungi situs ubuntu.com untuk mendapatkan cara pemasangannya. :-D

POS Open Source

13

Semalem saya sama ibu saya belanja baju di toko baju Dinasti di Prambanan. Letaknya di dekat lampu merah dekat stasiun Prambanan. Atau lampu merah masuk ke candi Prambanan ke timur. Untuk daerah prambanan dan sekitarnya, toko baju ini lumayan jadi rujukan kalau mau beli baju. Yah daripada jauh-jauh ke jogja or klaten. :-D

Nah, yang jadi perhatian saya adalah ketika hendak membayar ke kasir. Di meja kasir terpampang 2 buah monitor LCD. Karena ini di kasir maka program yang terbuka otomatis program POS (point of sale) dong. Program POS yang tertampil dalam mode full-screen. Menariknya, entah karena full screennya kurang sempurna atau gimana gitu di monitor sebelah kiri petugas kasir (sebelah kanan kalo pembeli) itu kelihatan menu bar sistem operasinya. Dan ternyata sistem operasinya pakenya ubuntu. (woot) (more…)

Go to Top