ubuntu

Natty Narwhal

Rasanya Ikan Paus

0

Bukan ikan paus beneran, tapi sebutan untuk Ubuntu 11.04 yang baru saja release. Karena codename-nya Natty Narwhal, nama dari ikan paus, mangkanya saya bikin judul “Rasanya Ikan Paus”, hehehe… :-D Sebenernya saya sudah lama tidak lagi menggunakan linux. Semenjak beralih menggunakan Macan Salju, frekuensi memakai linux menjadi sangat jarang. Penggunaan linux hanya di kantor, itu saja pada beberapa yang diinstall ke server, dan jarang diakses, kecuali kalau terjadi trouble. (more…)

Photo216rev

Having Fun With Ubuntu

17

Sebenernya udah sejak tanggal 23 februari kemaren saya tahu lewat mas Dedy kalau buku saya sudah beredar di pasaran. Cuman karena pekerjaan (baca=males) jadi baru sekarang saya publishnya ke blog. :-P Yap, buku saya judulnya “Having Fun With Ubuntu”. Buku yang saya tulis sebelum saya berangkat ke aceh. Awalnya buku ini ditulis berdua, dengan mas Dedy. Cuman karena beliau tertimpa musibah, jadi penulisan buku dilanjutkan saya sendiri.

Terus terang, kalau disuruh menilai karya sendiri saya ndak bisa, jadi saya ndak bisa cerita banyak tentang buku saya. Jadi biar pembaca saja yang menilai, bagus tidak karya saya tersebut, hehe… :-D Buku tersebut bisa didapatkan di toko-toko buku terkemuka seperti Toga M*s, Gr*media, dll. Tapi kalau di aceh kurang tahu apakah buku tersebut masuk atau tidak, hehehe… :-D Selamat menikmati… :-)

Mengatasi Problem Sharing Folder

4

Entah kenapa, soal folder sharing saya lebih prefer config secara manual dengan mengedit file /etc/samba/smb.conf daripada melalui menu share di klik kanan folder yang akan dishare. Kenapa? Karena saya belum pernah berhasil sharing folder dengan cara klik kanan. (devil) Namun, setelah mencoba lucid, terus nyoba share folder dengan cara klik kanan, kok ternyata berhasil ya. (woot) Dan sharing di rumah yang pake karmic juga berhasil. (woot) Wow, enak sekali. (haha)

Tapi barusan hampir saya mutung lagi dengan cara klik kanan. Kenapa, prosesnya gagal lagi. Sedangkan config manual berhasil. Dimana salahnya? (doh) Dan ketika proses klik kanan tersebut muncul pesan kesalahan seperti berikut : (more…)

Problem Update Ubuntu

1

Kadang ketika kita mengupgrade ubuntu tidak semua paket aplikasi itu terupgrade. Ada beberapa yang tidak terupgrade, seperti yang terjadi pada saya:

Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following packages have been kept back:
    libarchive1 libparted0 linux-generic linux-headers-generic
    linux-image-generic ntfs-3g parted ubuntu-desktop
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 8 not upgraded.

Hal ini terjadi karena tidak semua paket diupgrade. Untuk mengatasi masalah tersebut sangat mudah, yaitu dengan menjalankan perintah berikut:

sudo apt-get dist-upgrade

Sesudah itu paket tersebut akan terupgrade. :-)

Masalah Adobe-flashplugin

2

Hari ini aja ada eh, ada aja problem yang muncul di laptopku. Tadi yang masalah modem, abis itu eh muncul masalah adobe-flashplugin. Awalnya entah kenapa tiba-tiba browserku tidak bisa mendeteksi adanya flash di website. Tak kira cuma di satu browser, eh ternyata di semua browser bermasalah juga. (doh)

Berbagai cara sudah dicoba untuk mengatasi masalah ini. Diantaranya dengan mereconfigure semua paket di ubuntu, reinstall adobe-flashplugin, meremove paket kemudian install lagi, hasilnya tetap sama, belum mengatasi masalah. Cuman ada beberapa keanehan, ketika dicoba diremove dengan perintah apt-get, muncul hasil seperti berikut: (more…)

Pengalaman Update Driver Sierra di Lucid

4

Defaultnya, driver modem yang terinstall di ubuntu versinya tertinggal dengan driver yang disediakan dari vendor modemnya. Contohnya driver modem sierra, dari vendornya (walau tidak resmi) driver untuk linux sudah mencapai versi 1.7.x, sedangkan di ubuntu defaultnya versi 1.3.x. Jauh sekali ya bedanya. :-D

Biasanya saya sering mengupdate driver yang terinstall ke versi yang lebih baru, termasuk di lucid. Barusan saya iseng update driver sierra ke versi 1.7.x. Setelah selesai diinstall, ternyata hasilnya malah tidak seperti yang diharapkan. Modem sierranya malah tidak bisa dideteksi. (panic) Waduh, kenapa ini, kok aneh? Baik applet network manager, wvdial, juga umtsmon tidak bisa mendeteksi adanya modem. Padahal di lsusb itu terdeteksi. (panic)

Karena keterbatasan media koneksi, terpaksa niat untuk mencari solusi lebih lanjut mengenai masalah ini dihentikan dulu. Juga karena kebutuhan penggunaan komputer yang sedang mendesak. Jadi solusi yang bisa dilakukan yaitu mengembalikan driver ke versi sebelumnya. Yaitu dengan cara mengcopy file /lib/modules/2.6.32-16-generic/kernel/drivers/usb/serial/sierra.ko dari ubuntu yang drivernya masih default, kemudian kita timpakan ke komputer milik kita.

Hasil sementara modem sudah dapat dideteksi kembali. Driver sudah kembali ke versi semula. Kesimpulan sementara, driver 1.7.x belum berfungsi sempurna di lucid saya. Kurang tau kalau di tempat lain. Mungkin jika sudah ada yang bisa mengoprek bisa memberikan infonya pada saya? hehehe… :-D

Setting USB VirtualBox di Lucid

2

Beuh, ternyata lucid emang berbeda dengan pendahulunya, karmic. Hari ini kerasa lagi bedanya, tambah ribet aja. (doh) Awalnya mau setting virtualbox supaya guest os bisa deteksi USB devices. Ternyata pake cara lama ndak mempan. (doh) Udah masukin user ke dalam group virtualbox ndak mau, mount /proc/bus/usb eh ternyata di lucid sudah tidak ada. Parahnya, karena /proc/bus/usb tidak ada, dan tidak bisa di mount, ubuntunya malah ndak mau booting, berhenti sampai di situ. Harus jalanin live cd buat benerin fstabnya. (doh)

Setelah bergoogling-googling ria, ternyata memang di lucid untuk share usb devices di virtualbox agak ribet, tidak semudah di karmic. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan supaya usb devices dapat di mount di guest virtualbox. langkah-langkahnya adalah:

  • Jalankan perintah berikut di terminal
    sudo hald --daemon=no
  • Kemudian buka tab baru di terminal. Kemudian jalankan virtualbox dengan mode root privileges
    sudo VirtualBox

Setelah melakukan langkah-langkah diatas baru usb devices dapat di mount di guest virtualbox. Ribet ya, semoga di versi stable nanti masalah ini dapat teratasi dengan baik. Selamat mencoba. :-)

Go to Top