<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::dhanza::</title>
	<atom:link href="http://blog.dhanza.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.dhanza.web.id</link>
	<description>just knowledge, computer, technology, and me</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 13:55:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Drew : Radio</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/05/08/drew-radio/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/05/08/drew-radio/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 13:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[drew]]></category>
		<category><![CDATA[lyric]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang sering saya lakukan ketika bekerja adalah sambil mendengarkan radio. Berhubung saya bukan orang aceh, dan juga di kantor tidak ada radio biasa walaupun ada hape saya lebih memilih mendengarkan radio secara online. Ada satu lagu yang sering diputer, dan lagunya easy listening,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang sering saya lakukan ketika bekerja adalah sambil mendengarkan radio. Berhubung saya bukan orang aceh, dan juga di kantor tidak ada radio biasa <del>walaupun ada hape</del> saya lebih memilih mendengarkan radio secara online. Ada satu lagu yang sering diputer, dan lagunya easy listening, enak didengar. Browsing-browsing, ternyata si pembawa lagu tersebut adalah band Drew. Lagu yang sering didengar ini judulnya Radio, sesuai dengan sumber saya tau lagu ini, radion.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang penasaran lagunya seperti apa, berikut saya kasih link video-nya dari youtube. Yah, dari pada dengerin  <del>b*yband/g*rlband</del> yang bikin <del>muak</del>, mendingan dengerin ini yang musiknya lebih berkualitas. Selamat menikmati, saya sertakan liriknya juga sekalian. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> <span id="more-1126"></span></p>
<hr />
<p>Drew: Radio</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa kabar kau di sana, ku harap kau mendengar<br />
Laguku ini tentangmu, tentang perasaanku</p>
<p>Dengar, dekat, dengar<br />
Coba kau perhatikan liriknya</p>
<p>O o o o ow lagu ini untukmu<br />
O o o o ow hanya untuk dirimu<br />
O o o o ow pahamilah maksudku<br />
O o o o ow</p>
<p>Aku baik-baik saja (aku baik-baik saja)<br />
Ku di sini mendengar (ku di sini mendengar)<br />
Laguku ini tentangmu (lagu ini tentangmu) tentang perasaanku</p>
<p>Dengar (dengar)<br />
Mengerti (mengerti)<br />
Lagu ini telah ku mainkan hanya untukmu</p>
<p>O o o o ow lagu ini untukmu<br />
O o o o ow hanya untuk dirimu<br />
O o o o ow pahamilah maksudku<br />
O o o o ow</p>
<p>Dengar (dengar) mendekat (mendekat) dengar (dengar)<br />
Coba kau perhatikan liriknya</p>
<p>O o o o ow lagu ini untukmu<br />
O o o o ow hanya untuk dirimu<br />
O o o o ow pahamilah maksudku<br />
O o o o ow ku masih inginkanmu</p>
<p>O o o o ow lagu ini untukmu<br />
O o o o ow hanya untuk dirimu<br />
O o o o ow pahamilah maksudku<br />
O o o o ow</p>
<p>[There is a video that cannot be displayed in this feed. <a href="http://blog.dhanza.web.id/2012/05/08/drew-radio/">Visit the blog entry to see the video.]</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/05/08/drew-radio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banda Aceh, 11 April 2012</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/12/banda-aceh-11-april-2012/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/12/banda-aceh-11-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 12:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[11 april 2012]]></category>
		<category><![CDATA[banda aceh]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Ya, mungkin bagi rekan-rekan yang tinggal di pulau sumatera, terutama di sumatera bagian utara, seperti aceh, sumut, sumbar, dan sekitarnya, tanggal 11 April 2012 mungkin menjadi tanggal yang akan diingat. Kira-kira pukul 15.38 WIB, simeulu diguncang gempa hebat dengan skala 8.9 SR (Info pertama  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ya, mungkin bagi rekan-rekan yang tinggal di pulau sumatera, terutama di sumatera bagian utara, seperti aceh, sumut, sumbar, dan sekitarnya, tanggal 11 April 2012 mungkin menjadi tanggal yang akan diingat. Kira-kira pukul 15.38 WIB, simeulu diguncang gempa hebat dengan skala 8.9 SR (Info pertama BMKG). Gempa ini berlangsung lumayan lama yang mengakibatkan munculnya warning tsunami.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya sedang berada di lantai 1 kantor saya. Kebetulan kantor saya tiga lantai. Ketika gempa mulai saya masih tenang di dalam bangunan, namun karena kok lama maka sayapun bergegas keluar gedung, walaupun saya tetap berjalan santai, nggak ikutan panik seperti pegawai yang lain, sampai lari-larian, karena kalau ikutan panik takut memperkeruh suasana. Padahal bukan itu, saya jalan santai karena belum tahu kekuatan gempanya seberapa besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru setelah saya sampai luar gedung baru terasa hebatnya gempa. Goyangannya cukup ngeri, hingga kita berpijak saja tidak bisa diam, kepala pun pusing. Gedung kantor 3 lantaipun bergetar, kaca-kaca kantor bergetar mengeluarkan suara keras. Kejadian lumayan lama. Setelah reda barulah ngecek keadaan kantor, pertama plavon lantai 3 rusak, tembok basement ke lantai 1 retak.<span id="more-1117"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Baru dari situlah kepanikan terjadi. Karena gempa yang cukup dahsyat ini, otomatis orang-orang jadi teringat tsunami, karena gempanya juga kurang lebih sedahsyat ini. Orang kantor langsung bubar otomatis pulang menjemput keluarga untuk diajak ngungsi ke tempat yang lebih tinggi, maklum rata-rata orang banda aceh tinggal di dekat pantai, termasuk saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selang berapa waktu aplikasi GempaDroid saya update memberitahukan gempa sebesar 8.9 SR. Dan menurut info yang beredar, sirine tanda bahaya tsunami berbunyi. Walhasil situasi makin panik. Saya dan beberapa teman bertahan di kantor. Karena pengalaman tsunami dulu kantor aman, walaupun airnya tetap sampai tapi hanya 0,5-1 meter, itupun hanya sisa-sisa. Sementara banyak orang yang berhamburan di jalan, rata-rata pergi ke arah lambaro, atau ke arah mesjid raya baiturrahman. Walhasil jalan macet sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Telekomunikasipun susah dilakukan. Telkomsel yang terkenal paling luas jangkauannya ternyata sempat down, tidak bisa untuk berkomunikasi. Sementara Indosat saya berjaya, saya bisa komunikasi dengan keluarga menyampaikan kalau tidak apa-apa. Selang berapa waktu barulah telkomsel agak normal, agak karena tidak seratus persen bisa buat komunikasi, ada yang bisa ada yang enggak.</p>
<p style="text-align: justify;">GempaDroid juga sering memberikan update-update gempa yang terjadi di Simeulu. Kebetulan ada rekan kantor yang sedang di simeulu, sudah memberikan kabar kalau sudah lari ke gunung. Rekan yang di meulaboh, nagan raya juga tidak apa-apa. Tapi kami tetap stay di kantor, tidak ikut panik lari di jalan, dan tetap waspada, belum berani pulang karena warning tsunami belum dicabut.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tidak begitu lama, pukul 17.43 WIB muncul lagi gempa yang tidak kalah dahsyat, info pertama BMKG melansir gempa dengan kekuatan 8.8 SR. Posisi saya kebetulan berada di lapangan tenis, itu seperti digoyang-goyang dengan kencang. Pagar kawat lapangan tenis pun bergoyang kiri kanan. Tiang lampu lapangan tenis juga tidak mau ketinggalan menari. Dan itu berlangsung lumayan lama juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Barulah di gempa kedua ini keadaan menjadi semakin panik. Bayangan akan terjadi tsunami semakin membayang di kepala, karena dua gempa dengan skala cukup besar terjadi dalam waktu berdekatan. Issue-issue yang berkembang menjadi tidak jelas. Ada yang mengatakan gelombang sudah naik hingga 6 meter, atau akan ada tsunami pukul sekian pukul sekian, serba tidak jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami masih bertahan di kantor, kami stay di musholla sambil mengecharge handphone. Listrik padam semua, genset kantor terpaksa menyala. Kami mengecharge sambil siaga di kantor. Kami tidak berani mengecharge hape di gedung kantor, takut ada gempa susulan. Kami sepertinya sudah kayak pasrah kalau terjadi tsunami, stay di kantor saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sampai abis maghrib issue yang berkembang tidak terjadi juga. Air belum naik, naikpun cuma berapa puluh cm saja. Akhirnya saya dan temen-temen bermalam di mess manajer bidang perencanaan setelah ditelpon beliau setelah gempa. Saya tidur di ruang tamu di lantai untuk berjaga-jaga, siapa tau ada gempa lagi, sementara teman yang lain tidur di kamar. Alhamdulillah sampai pagi tidak ada apa-apa walaupun gempadroid terus menginformasikan gempa susulan walaupun skalanya tidak sebesar dua gempa paling besar tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah saya dan rekan-rekan di kantor dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada cedera sama sekali. Walaupun harus tetap waspada, karena gempa masih terjadi. Bahkan sore ini barusan gempa terjadi juga di lampung. Mohon doa dari semuanya semoga bencana tsunami aceh, padang, dll tidak terulang lagi, aamiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/12/banda-aceh-11-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alt+Enter Excel in Macintosh</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/01/altenter-excel-in-macintosh/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/01/altenter-excel-in-macintosh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 10:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[mac]]></category>
		<category><![CDATA[alt]]></category>
		<category><![CDATA[enter]]></category>
		<category><![CDATA[excel]]></category>
		<category><![CDATA[macintosh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1114</guid>
		<description><![CDATA[Want to use Alt+Enter Windows Excel in Macintosh? Just do :
control+alt+enter
And you&#8217;ll get same result like using Alt+Enter in Windows Excel.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Want to use Alt+Enter Windows Excel in Macintosh? Just do :</p>
<p><code>control+alt+enter</code></p>
<p>And you&#8217;ll get same result like using Alt+Enter in Windows Excel.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/04/01/altenter-excel-in-macintosh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Combine 2 PDF Files or More in Macintosh</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/17/combine-2-pdf-files-or-more-in-macintosh/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/17/combine-2-pdf-files-or-more-in-macintosh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 05:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[mac]]></category>
		<category><![CDATA[combine]]></category>
		<category><![CDATA[macintosh]]></category>
		<category><![CDATA[pdf]]></category>
		<category><![CDATA[preview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1109</guid>
		<description><![CDATA[This time I wanna try to write in english again. Beside to improve my english, also to get used to using english. This time I wanna share about how to combine two pdf files or more in Macintosh. Actually it&#8217;s not a new issue, it&#8217;s an old issue that already has a solution. If you use a paid  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">This time I wanna try to write in english again. Beside to improve my english, also to get used to using english. This time I wanna share about how to combine two pdf files or more in Macintosh. Actually it&#8217;s not a new issue, it&#8217;s an old issue that already has a solution. If you use a paid application like Adobe Acrobat Professional, it&#8217;s not difficult to do that. But how if you want to do that without a paid application?</p>
<p style="text-align: justify;">In Macintosh, there&#8217;s already an application that can do that. It&#8217;s included when we buy Macintosh. The application name is Preview. Yes, it&#8217;s the application that often to open image or pdf files in Macintosh. Beside that, it can use to combine two or more pdf files too.<span id="more-1109"></span></p>
<p style="text-align: justify;">But how to operate it? It&#8217;s an easy task in Preview. First you must open the first pdf files. And then you just have to drag the second one and drop to thumbnail column in preview below the last page of the first file. And prok prok prok, the page of second file appear below the page of first file, and your pdf files already combined.</p>
<p style="text-align: justify;">Do the same for the third, fourth, and the others. After it&#8217;s complete, don&#8217;t forget to save the file or save as new pdf file. It&#8217;s easy right, if you confused you can see the picture below to see where we drop the second or the other files. Oke, that&#8217;s for today. I&#8217;ll see you in another time. Happy weekend. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(wave)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/03/vlcsnap-2012-03-18-09h59m08s136.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1110" title="combine pdf files" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/03/vlcsnap-2012-03-18-09h59m08s136.png" alt="" width="640" height="438" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/17/combine-2-pdf-files-or-more-in-macintosh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Connecting Flight dan Not Connecting Flight</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/02/antara-connecting-flight-dan-not-connecting-flight/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/02/antara-connecting-flight-dan-not-connecting-flight/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 02:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[travelling]]></category>
		<category><![CDATA[connecting]]></category>
		<category><![CDATA[flight]]></category>
		<category><![CDATA[not connecting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini suasana sangat kondusif untuk bermalas-malasan. Dari tadi pagi hujan turun walaupun tidak terlalu deras. Namun hawa dingin yang mengalir berhasil membuat saya bertahan di dalam selimut dan sangat membuat saya malas ngapa-ngapain. Nonton tipi males, makan pun males, masak cuma bengong sih.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pagi ini suasana sangat kondusif untuk bermalas-malasan. Dari tadi pagi hujan turun walaupun tidak terlalu deras. Namun hawa dingin yang mengalir berhasil membuat saya bertahan di dalam selimut dan sangat membuat saya malas ngapa-ngapain. Nonton tipi males, makan pun males, masak cuma bengong sih. Tapi daripada bengong pagi-pagi dan gak tau mau ngapain, ya sudah mari kita menulis sejenak pengalaman kamis kemaren.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan udara adalah perjalanan dengan tingkat kepastian yang rendah, dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya. Yang paling sering disorot adalah kepastian waktu berangkat, tidak ada jaminan pesawat akan take off sesuai jadwal, untuk maskapai apapun. Kalau dapat on time ya syukur, dapat delay ya musibah.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk urusan on time gak perlu dibahas lagi, karena itu memang sudah seharusnya. Tapi untuk urusan delay sepertinya hampir semua orang yang mengalaminya pasti merasa jengkel saat itu, termasuk saya. Pengalaman delay terburuk bagi saya adalah sampai <a href="http://blog.dhanza.web.id/2011/04/26/ditinggal-pesawat/" target="_blank">ditinggal pesawat</a> berikutnya. <span id="more-1104"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dikarenakan ketidakpastian yang lumayan tinggi tersebut, pihak maskapai memberlakukan connecting status bagi penerbangan transit yang harus ganti pesawat. Kenapa, untuk memperingan penumpang seandainya ada hal-hal yang terjadi diakibatkan delay tersebut. Jika ada delay akan ditanggung oleh maskapai, seperti pengalaman saya, karena ditinggal, karena statusnya connecting maka saya ditanggung untuk penerbangan selanjutnya dan akomodasi selama menunggu penerbangan selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun penerbangan connecting walaupun aman kadang membuat dilema juga, dikarenakan waktu connecting yang kadang terlalu lama sehingga kita kehilangan waktu saat transit. Sebenernya bisa sampai di tujuan lebih cepat, namun jadi lama karena pihak maskapai tidak mau meng-connect-kan jika selisih waktu antar penerbangan terlalu dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pengalaman saya kamis kemaren. Kebetulan saya ditugaskan ke lampung sama temen saya. Kebetulan saya dari banjarmasin, jadi saya nunggu temen saya di jakarta, nggak perlu pulang dari banda aceh. Cuman temen saya ini agak kesulitan dari banda aceh, karena tiket pesawat dari banda aceh ke lampung yang connecting mahal. Selain itu selisih antar penerbangannya sampai sekitar 5 jam, lama bener.</p>
<p style="text-align: justify;">Walhasil temen saya gak jadi beli connecting, beli terpisah. Untuk harga lumayan selisih sekitar 400an ribu, dan untuk waktu cuma sekitar 2 jam nunggunya. Abis dari lampung rencananya mau mampir ke jogja dulu, nengok ortu. Karena acara kemungkinan selesai sore, untuk tiket lampung &#8211; jogja yang connecting sudah tidak ada. Mau nggak mau beli terpisah, beda maskapai pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenernya sudah yakin sepertinya waktunya sampai, belajar dari temen saya kemaren, karena jedanya sekitar 1,5 jam. Namun apa daya, ternyata pesawat pertama delay 1 jam, langsung lemes saya. Jeda 1,5 jam jadi terpangkas sekitar 1/2 jam. Karena pesawat dari lampung take off 17.40, pesawat dari jakarta take off jam 19.00, mepet sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya cuma bisa pasrah sambil berdoa semoga bisa kekejar penerbangannya supaya malam ini juga bisa sampai ke jogja. Usaha untuk print tiket penerbangan selanjutnya di lampung saya lakukan, untuk jaga2 ketika nggak kekejar. Karena pengalaman manajer saya, walau nggak connecting tapi penerbangannya mau diganti, walaupun untuk akomodasi selama menunggu ditanggung sendiri, tapi udah lumayan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pesawat take off jam 6 kurang 10an, dan landing hampir jam 1/2 7. Anehnya pesawatnya parkirnya nggak dekat gate terminal, jadi harus naik bus ke pintu keluar, gak bisa langsung lari. Maklum, selain beda maskapai, beda terminal pula. Ngomong sama petugas maskapai di terminal itu, katanya pakai shuttle aja, tapi pas turun gak ada drivernya. Untuk ada shuttle lounge yang kebetulan nurunin penumpang, sama drivernya saya dianter ke terminal satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai sana saya lari-lari ke gate keberangkatan. Dan itu pakai salah gate karena salah baca tiket. Tapi untungnya pas, masuk ke pesawat bersama dengan rombongan mayoritas, jadi nggak dianggap terlambat. Sampai pesawat badan basah keringat, bahkan sampai netes ke wajah. Tapi syukur alhamdulillah kekejar juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ternyata pesawat kedua ini delay juga. Karena nunggu-nunggu penumpang yang telat, akhirnya molor lama juga. Anehnya penumpang yang telat nongolnya satu dua satu dua, makin lamalah. Mana ketika mau take off harus antri pesawat take off dan pesawat landing, makin lama pula mundurnya. Walhasil penerbangan kedua ini telat 1 jam dari waktu seharusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi syukurlah sampai dengan selamat. Memang not connecting flight resikonya lebih besar. Karena jika terjadi keterlambatan di penerbangan pertama, maskapai tidak mau menanggung, karena dianggap kesalahan penumpang, dan tiketnya hangus. Satu dua memang berhasil claim, termasuk manajer saya, tapi itu bukan jaminan pasti bisa. Tapi not connecting flight menawarkan waktu yang lebih singkat dibanding connecting flight, jadi kita bisa sampai lebih cepat ke tempat tujuan, tapi harus on time.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan connecting flight menawarkan resiko yang minimal, artinya ketika ada keterlambatan maskapai akan menanggung karena dianggap kesalahan maskapai, walaupun untuk urusan waktu kadang lebih lama, dikarenakan spare waktu yang jauh antar penerbangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, itu sedikit pengalaman saya ketika menggunakan transportasi udara. Ada yang menyenangkan, adapula yang tidak menyenangkan. Mungkin yang lain memiliki pengalaman yang lain pula. Akhir kata, happy weekend&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(wave)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/03/02/antara-connecting-flight-dan-not-connecting-flight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Exchange Client di Linux</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 09:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[client]]></category>
		<category><![CDATA[evolution]]></category>
		<category><![CDATA[exchange]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang damn but it&#8217;s true. Dalam  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang <span style="color: #c0c0c0;"><em><del>damn but it&#8217;s true</del></em></span>. Dalam menggunakan email tak jarang dari kita yang suka menggunakan program email client daripada mengakses melalui browser, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan fitur yang bisa digunakan lebih banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi pengguna exchange, yang sistem operasi komputernya windows, email client yang digunakan sudah hampir pasti outlook, yang sudah satu paket dengan produk office. Permasalahannya adalah bagi mereka yang kurang terlalu suka menggunakan sistem operasi windows <span style="color: #c0c0c0;"><del><em>seperti saya</em></del></span> agak kesulitan mencari program exchange client yang cocok.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun hampir di semua komputer di kantor menggunakan windows, tapi saya tetap menggunakan linux. Windows memang ada saya gunakan tapi itu di dalam kotak <span style="color: #c0c0c0;"><em><del>baca virtualbox</del></em></span>. Menggunakan outlook memang enak, cuman saya ndak sreg saja, karena saya lebih suka bekerja di linux. Setelah searching-searching, ternyata ada program exchange client untuk linux.<span id="more-1097"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu exchange client di linux adalah Evolution. Mail client open source satu ini memiliki dukungan untuk exchange. Namun Evolution harus ditambah plugin exchange supaya bisa digunakan sebagai exchange client. Cuman yang menggunakan ubuntu evolution tidak disertakan secara default, karena versi terbaru default mail client ubuntu menggunakan thunderbird.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, untuk menggunakan evolution di ubuntu, kita harus menginstall dua paket terlebih dahulu dari repository, yaitu paket evolution dan evolution-exchange. Evolution untuk program utamanya, evolution-exchange untuk plugin exchange-nya. Cara menginstallnya bisa melalui synaptic (bagi yang menginstall synaptic) atau melalui terminal dengan perintah berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><code>sudo apt-get install evolution evolution-exchange</code></p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu buka program evolution. Selanjutnya kita buat akun mail client kita melalui menu Edit -&gt; Preferences. Pilih Mail Accounts, kemudian pilih Add. Isi Required Information sesuai dengan data yang kita punya, lalu pilih Continue. Selanjutnya atur konfigurasi seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/02/outlook.png"><img class=" wp-image-1101 alignnone" title="outlook" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/02/outlook.png" alt="" width="549" height="549" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk username harus disertakan nama domain yang kita gunakan. Formatnya sama dengan gambar yaitu domain\username. Sedangkan OWA url adalah alamat outlook web access. Bisa menggunakan alamat web maupun alamat ip. Kemudian cek melalui authenticate, baru habis itu tekan Continue. Selanjutnya tinggal continue-continue saja, set sesuai keperluan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya tinggal tunggu si evolution melakukan sinkronisasi dengan exchange server. Dan yap, setup exchange client selesai sudah. Dan sekarang kita bisa kirim2an email exchange di linux dengan mudah. Dan sedikit-sedikit kita bisa bermigrasi, walau baru client saja. Happy emailing. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Virus Windows di Lion</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/01/17/efek-virus-windows-di-lion/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/01/17/efek-virus-windows-di-lion/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 14:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[mac]]></category>
		<category><![CDATA[lion]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<category><![CDATA[windos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya saya kemaren dipanggil sama GM. Dugaan saya pasti komputer GM bermasalah. Dan ternyata benar, mba-nya bermasalah. Sebenernya GM-nya udah ganti. Cuman karena properti kantor, jadi iMac, mbp, sama mba-nya diwariskan ke GM yang baru ini. 
Jadi beberapa hari yang lalu flashdisk punya gm  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceritanya saya kemaren dipanggil sama GM. Dugaan saya pasti komputer GM bermasalah. Dan ternyata benar, mba-nya bermasalah. Sebenernya GM-nya udah ganti. Cuman karena properti kantor, jadi iMac, mbp, sama mba-nya diwariskan ke GM yang baru ini. </p>
<p>Jadi beberapa hari yang lalu flashdisk punya gm sempat kena virus di windows. Ternyata hal itu ngaruh ke mba-nya. Folder folder yang ada di flashdisk jadi tidak keliatan. Anehnya waktu flashdisknya dicolok ke mbp folder folder itu nongol. </p>
<p>Karena kebetulan gm kemaren ada rapim, jadi baru hari ini mba-nya bisa saya sita untuk saya periksa, hehe. Pertama saya colok flashdisknya di mbp saya, hasilnya foldernya nongol. Tapi waktu di test di mba gm gak nongol. Abis itu saya test lagi di linux, ternyata nongol, aneh nie. </p>
<p>Abis itu saya rubah konfigurasi finder supaya bisa menampilkan hidden file folder. Ternyata folder folder tadi nongol. Jadi di mba dianggap hidden folder. Sebagai info, mba gm pake lion, sementara mbp saya masih pake snow leopard. Abis itu saya munculkan hidden folder tadi pake attrib lewat windows. Abis itu saya test di mba, barulah si folder folder tadi nongol. </p>
<p>Aneh juga ya, padahal sama sama mac, di mba yang udah lion folder yang di hidden virus tadi gak nongol. Tapi di mbp saya yang masih snow leopard tetep nongol. Kurang tau juga apakah ini bug atau memang kelemahan lion. Kok bisa efek terkena virus di windows bisa ngefek juga di lion. Jadi agak ragu nie upgrade ke lion. Stay di snow leopard dulu sajalah kalo gitu, hehehe&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/01/17/efek-virus-windows-di-lion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

