<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>::dhanza:: &#187; ubuntu</title>
	<atom:link href="http://blog.dhanza.web.id/tag/ubuntu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.dhanza.web.id</link>
	<description>just knowledge, computer, technology, and me</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 13:55:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Exchange Client di Linux</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 09:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[client]]></category>
		<category><![CDATA[evolution]]></category>
		<category><![CDATA[exchange]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang damn but it&#8217;s true. Dalam  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang <span style="color: #c0c0c0;"><em><del>damn but it&#8217;s true</del></em></span>. Dalam menggunakan email tak jarang dari kita yang suka menggunakan program email client daripada mengakses melalui browser, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan fitur yang bisa digunakan lebih banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi pengguna exchange, yang sistem operasi komputernya windows, email client yang digunakan sudah hampir pasti outlook, yang sudah satu paket dengan produk office. Permasalahannya adalah bagi mereka yang kurang terlalu suka menggunakan sistem operasi windows <span style="color: #c0c0c0;"><del><em>seperti saya</em></del></span> agak kesulitan mencari program exchange client yang cocok.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun hampir di semua komputer di kantor menggunakan windows, tapi saya tetap menggunakan linux. Windows memang ada saya gunakan tapi itu di dalam kotak <span style="color: #c0c0c0;"><em><del>baca virtualbox</del></em></span>. Menggunakan outlook memang enak, cuman saya ndak sreg saja, karena saya lebih suka bekerja di linux. Setelah searching-searching, ternyata ada program exchange client untuk linux.<span id="more-1097"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu exchange client di linux adalah Evolution. Mail client open source satu ini memiliki dukungan untuk exchange. Namun Evolution harus ditambah plugin exchange supaya bisa digunakan sebagai exchange client. Cuman yang menggunakan ubuntu evolution tidak disertakan secara default, karena versi terbaru default mail client ubuntu menggunakan thunderbird.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, untuk menggunakan evolution di ubuntu, kita harus menginstall dua paket terlebih dahulu dari repository, yaitu paket evolution dan evolution-exchange. Evolution untuk program utamanya, evolution-exchange untuk plugin exchange-nya. Cara menginstallnya bisa melalui synaptic (bagi yang menginstall synaptic) atau melalui terminal dengan perintah berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><code>sudo apt-get install evolution evolution-exchange</code></p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu buka program evolution. Selanjutnya kita buat akun mail client kita melalui menu Edit -&gt; Preferences. Pilih Mail Accounts, kemudian pilih Add. Isi Required Information sesuai dengan data yang kita punya, lalu pilih Continue. Selanjutnya atur konfigurasi seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/02/outlook.png"><img class=" wp-image-1101 alignnone" title="outlook" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2012/02/outlook.png" alt="" width="549" height="549" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk username harus disertakan nama domain yang kita gunakan. Formatnya sama dengan gambar yaitu domain\username. Sedangkan OWA url adalah alamat outlook web access. Bisa menggunakan alamat web maupun alamat ip. Kemudian cek melalui authenticate, baru habis itu tekan Continue. Selanjutnya tinggal continue-continue saja, set sesuai keperluan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya tinggal tunggu si evolution melakukan sinkronisasi dengan exchange server. Dan yap, setup exchange client selesai sudah. Dan sekarang kita bisa kirim2an email exchange di linux dengan mudah. Dan sedikit-sedikit kita bisa bermigrasi, walau baru client saja. Happy emailing. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2012/02/03/exchange-client-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu in Polonia</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2011/12/02/ubuntu-in-polonia/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2011/12/02/ubuntu-in-polonia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 14:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>
		<category><![CDATA[polonia]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Ini judulnya aja yang pake inggris, tapi contentnya pake Indonesia, hehe. Lama nggak publish soal ubuntu, biasanya paling enggak enam bulan sekali update soal ubuntu. At least abis rilis versi terbaru pasti bikin review-nya. Cuman entah kenapa aku rada males tulis review soal ubuntu di rilis  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ini judulnya aja yang pake inggris, tapi contentnya pake Indonesia, hehe. Lama nggak publish soal ubuntu, biasanya paling enggak enam bulan sekali update soal ubuntu. At least abis rilis versi terbaru pasti bikin review-nya. Cuman entah kenapa aku rada males tulis review soal ubuntu di rilis terbaru ini, oneiric. Padahal sudah lumayan meracuni anak kantor, setidaknya ada 3 orang yang mencoba menginstallnya, walaupun digunakan atau tidak itu terserah mereka, hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, back to topic. Jadi gini ceritanya, sekitar dua minggu yang lalu, saya mau pulang dari medan ke banda aceh. Sengaja pake pesawat biar di medannya sedikit agak lama, maklum kangen istri mode on, hehe. Nah, kejadiannya pas saya mau check-in (gak usah disebutin pake pesawat paan, tapi kalau liat pic-nya nanti paling juga tau). Biasanya kan monitor check in itu ngasih tau informasi check in, misal tempat tujuan, check in status.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, entah kenapa ada satu monitor yang tampilannya nggak fullscreen. Dan yang paling menarik perhatian saya, adalah window lain yang tertampil di monitor, dan gambar kecil di bagian sebelah kiri atas. Ini screenshot-nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/12/2011-11-21-11.10.12.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1048" title="ubuntu" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/12/2011-11-21-11.10.12.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Coba perhatikan di daerah yang saya lingkari pake garis merah. Sesuatu yang tidak asing bukan. Ya, itu adalah window Update Manager. Dan yang paling jelas (walau kecil) adalah logo ubuntu yang terletak di sebelah kiri atas. Wew, ternyata bandara polonia screen check-innya pake ubuntu. Cuman nggak tau apakah semua polonia pake itu semua atau enggak, dan semua bandara sama atau enggak. Tapi setidaknya penggunaan open source makin marak di Indonesia. Semangat FOSS <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2011/12/02/ubuntu-in-polonia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasanya Ikan Paus</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2011/04/29/rasanya-ikan-paus/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2011/04/29/rasanya-ikan-paus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 05:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[natty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[
Bukan ikan paus beneran, tapi sebutan untuk Ubuntu 11.04 yang baru saja release. Karena codename-nya Natty Narwhal, nama dari ikan paus, mangkanya saya bikin judul &#8220;Rasanya Ikan Paus&#8221;, hehehe&#8230;  Sebenernya saya sudah lama tidak lagi menggunakan linux. Semenjak beralih menggunakan Macan Salju,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Screen-shot-2011-04-30-at-12.54.57-PM.png"><img class="alignnone size-large wp-image-995" title="Natty Narwhal" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Screen-shot-2011-04-30-at-12.54.57-PM-1024x640.png" alt="" width="550" height="343" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan ikan paus beneran, tapi sebutan untuk Ubuntu 11.04 yang baru saja release. Karena codename-nya Natty Narwhal, nama dari ikan paus, mangkanya saya bikin judul &#8220;Rasanya Ikan Paus&#8221;, hehehe&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Sebenernya saya sudah lama tidak lagi menggunakan linux. Semenjak beralih menggunakan Macan Salju, frekuensi memakai linux menjadi sangat jarang. Penggunaan linux hanya di kantor, itu saja pada beberapa yang diinstall ke server, dan jarang diakses, kecuali kalau terjadi trouble.<span id="more-994"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan pada bulan april ini, si paus atau natty narwhal ini release. Ya sudah, berhubung penasaran, dan sudah lama tidak mengicipi ubuntu, akhirnya saya putuskan untuk wait and try, menunggu dan mencobanya. Dan akhirnya 2 hari lalu si paus nongol. Besoknya langsung saya download, dan semalem sudah saya masukkan ke dalam kotak (VirtualBox).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah install virtual guest edition untuk resolusi, juga mengaktifkan fitur 3D display VirtualBox, barulah si paus bisa dinikmati. Kesan pertama, wow, tampilannya asyik ya (maklum, lama nggak make dan liat ubuntu <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ). Fitur Unity bikin tampilan desktop menjadi wah, ciamik. Namun kalau komputer tidak support fitur 3D display sepertinya unity tidak mau aktif. Soalnya sebelum fitur tersebut diaktifkan di VirtualBox, unity tidak mau muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena adanya unity ini, maka cara kita membuka aplikasi menjadi lain. Tidak seperti biasanya melalui menu kiri atas, tapi melalui tombol Applications di list unity, kemudian tinggal kita ganti filter aplikasi di bagian kanan atas. Selain itu ada fitur Control Center, jadi semua tool untuk administrasi dan pengaturan komputer jadi satu di Control Center itu. Jadi inget OpenSuse or KDE, ada kayak gitu juga. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Oke, sekilas si paus emang manis ketika diicip, walaupun masih fresh install, belum dimacem-macemin. Rencana nanti malam mau di custom, kebetulan pas ada jadwal begadang di kantor, maklum bulan baru. Jadi pengen make ubuntu lagi, tapi sayang ndak ada komputer yang bisa dipasang, kalau mau ditempelin di macan salju, rasanya kok eman-eman, wkwkwk&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2011/04/29/rasanya-ikan-paus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Having Fun With Ubuntu</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2011/03/07/having-fun-with-ubuntu/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2011/03/07/having-fun-with-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 10:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya udah sejak tanggal 23 februari kemaren saya tahu lewat mas Dedy kalau buku saya sudah beredar di pasaran. Cuman karena pekerjaan (baca=males) jadi baru sekarang saya publishnya ke blog.  Yap, buku saya judulnya &#8220;Having Fun With Ubuntu&#8221;. Buku yang saya tulis sebelum saya berangkat ke  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenernya udah sejak tanggal 23 februari kemaren saya tahu lewat mas <a href="http://milisdad.blogspot.com">Dedy</a> kalau buku saya sudah beredar di pasaran. Cuman karena pekerjaan (baca=males) jadi baru sekarang saya publishnya ke blog. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Yap, buku saya judulnya &#8220;Having Fun With Ubuntu&#8221;. Buku yang saya tulis sebelum saya berangkat ke aceh. Awalnya buku ini ditulis berdua, dengan mas Dedy. Cuman karena beliau tertimpa musibah, jadi penulisan buku dilanjutkan saya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Photo216rev.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-984" title="Photo216rev" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Photo216rev.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang, kalau disuruh menilai karya sendiri saya ndak bisa, jadi saya ndak bisa cerita banyak tentang buku saya. Jadi biar pembaca saja yang menilai, bagus tidak karya saya tersebut, hehe&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Buku tersebut bisa didapatkan di toko-toko buku terkemuka seperti Toga M*s, Gr*media, dll. Tapi kalau di aceh kurang tahu apakah buku tersebut masuk atau tidak, hehehe&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Selamat menikmati&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2011/03/07/having-fun-with-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasang Countdown Ubuntu 10.10 di Blog</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2010/10/01/pasang-countdown-ubuntu-10-10-di-blog/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2010/10/01/pasang-countdown-ubuntu-10-10-di-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 17:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[maverick]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Hoho, ternyata si maverick 9 hari lagi release. Benar-benar lama gak update informasi, sampai gak ketahuan udah mau release.  Hampir dah jadi kebiasaan kalau setiap mau release saia selalu memasang countdown release ubuntu di blog, nah, walaupun telat saya nggak mau ketinggalan memasang countdown  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ubuntu.com/"><img class="alignleft" src="http://www.ubuntu.com/countdown/banner3.png" border="0" alt="The next version of Ubuntu is coming soon" width="180" height="150" /></a>Hoho, ternyata si maverick 9 hari lagi release. Benar-benar lama gak update informasi, sampai gak ketahuan udah mau release. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Hampir dah jadi kebiasaan kalau setiap mau release saia selalu memasang countdown release ubuntu di blog, nah, walaupun telat saya nggak mau ketinggalan memasang countdown release ubuntu. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Dari keempat tema pilihan countdown, saya memilih opsi ketiga, karena menurut saya simple, hehehe&#8230; Bagi yang pengen ikut memasang countdown release ubuntu di blog atau situs pribadi, bisa mengunjungi situs <a href="http://ubuntu.com">ubuntu.com</a> untuk mendapatkan cara pemasangannya. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2010/10/01/pasang-countdown-ubuntu-10-10-di-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POS Open Source</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/20/pos-open-source/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/20/pos-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 23:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[pos]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[
Semalem saya sama ibu saya belanja baju di toko baju Dinasti di Prambanan. Letaknya di dekat lampu merah dekat stasiun Prambanan. Atau lampu merah masuk ke candi Prambanan ke timur. Untuk daerah prambanan dan sekitarnya, toko baju ini lumayan jadi rujukan kalau mau beli baju. Yah daripada  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://teknik-informatika.com/images/pti/input/point-of-sale-pos.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semalem saya sama ibu saya belanja baju di toko baju Dinasti di Prambanan. Letaknya di dekat lampu merah dekat stasiun Prambanan. Atau lampu merah masuk ke candi Prambanan ke timur. Untuk daerah prambanan dan sekitarnya, toko baju ini lumayan jadi rujukan kalau mau beli baju. Yah daripada jauh-jauh ke jogja or klaten. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Nah, yang jadi perhatian saya adalah ketika hendak membayar ke kasir. Di meja kasir terpampang 2 buah monitor LCD. Karena ini di kasir maka program yang terbuka otomatis program POS (point of sale) dong. Program POS yang tertampil dalam mode full-screen. Menariknya, entah karena full screennya kurang sempurna atau gimana gitu di monitor sebelah kiri petugas kasir (sebelah kanan kalo pembeli) itu kelihatan menu bar sistem operasinya. Dan ternyata sistem operasinya pakenya ubuntu. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> <span id="more-858"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Wow, jarang banget, atau bahkan belum pernah saya menemukan mesin pos di toko-toko yang saya kunjungi sistem operasinya menggunakan linux. Kebanyakan menggunakan sistem operasi Windows. Hal tersebut baru saya temukan di toko yang notabene ukurannya sedang, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Dan itu ditemukannya di daerah, bukan di pusat kota or semacamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Detail programnya menggunakan apa saya kurang begitu tahu, karena program sedang dalam mode full screen. Dugaan saya program pos ini didevelop dalam versi web base. Sebenernya sudah ada program POS yang tinggal pakai di linux, namanya LemonPOS. LemonPOS bahkan sudah tersedia di repository ubuntu, tinggal apt-get or lewat synaptic, program sudah langsung dapat berjalan di komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun pengguna program POS open source masih belum banyak, semoga kuantitasnya semakin meningkat, sehingga semakin menyemarakkan open source di indonesia, dan semakin mengurangi penggunaan barang bajakan. Ayo para developer open source, mari berjuang memajukan bangsa ini (halah). <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/20/pos-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chromium dan Google Chrome</title>
		<link>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/09/chromium-dan-google-chrome/</link>
		<comments>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/09/chromium-dan-google-chrome/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 04:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhanza</dc:creator>
				<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[chromium]]></category>
		<category><![CDATA[google chrome]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhanza.web.id/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Ada kalanya kita harus membuka 2 buah account secara bersamaan, email misalnya. Tak jarang dari kita yang memiliki dua buah account yang berbeda untuk satu layanan. Saya misalnya, di layanan gmail saya punya 2 account. Tak jarang saya ingin mengakses kedua account tersebut secara bersamaan. Cara  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada kalanya kita harus membuka 2 buah account secara bersamaan, email misalnya. Tak jarang dari kita yang memiliki dua buah account yang berbeda untuk satu layanan. Saya misalnya, di layanan gmail saya punya 2 account. Tak jarang saya ingin mengakses kedua account tersebut secara bersamaan. Cara yang paling mudah untuk dapat melakukan hal tersebut adalah dengan mengakses account tersebut di dua browser yang berbeda. Misalkan, firefox dengan opera. Kalau hanya 1 browser, kita harus logout dulu dari 1 account, baru login dengan account lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Gawatnya, kalau kita tidak terlalu suka dengan browser lain yang digunakan untuk membuka account lain. Contohnya saya, saya sudah kadung suka sama chrome. Kalau mau pake firefox sekarang jadi <em>*aras-arasen*</em> (jawa=agak malas). Untungnya ubuntu bisa memfasilitasi hal tersebut. Ya, di ubuntu kita bisa menginstall Chromium Browser dan Google Chrome. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> <span id="more-843"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lho, katanya browsernya sama, kok namanya beda? <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/unsure_002.gif' alt='(unsure)' class='wp-smiley' /> Tenang, walau namanya beda,wujudnya tetap sama kok. Karena baik Chromium dan Google Chrome itu dibuat dari project yang sama, yaitu Chromium. Jadi wujudnya juga sama. Chromium sudah tersedia di repository lucid, sedangkan google chrome dapat diperoleh di situs resmi google chrome. Keduanya bisa berjalan berdampingan dengan akur. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cozy.gif' alt='(cozy)' class='wp-smiley' /> Jadi saya sekarang bisa membuka dua account yang berbeda secara bersamaan di browser yang sama. Berikut screenshotnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Screenshot.resized.png"><img class="alignnone size-full wp-image-844" title="screenshot chromium google chrome" src="http://blog.dhanza.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Screenshot.resized.png" alt="" width="478" height="269" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kurang tau apakah di sistem operasi lain hal ini bisa dilakukan atau tidak. Untuk distro linux lain selama masih keluarga debian sepertinya bisa, tapi kurang tau juga untuk selain keluarga debian, belum research. <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Woke, selamat mencoba&#8230; <img src='http://blog.dhanza.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(wave)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dhanza.web.id/2010/05/09/chromium-dan-google-chrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

